Kopi, satu kata
yang sering kita temui dikala sedang bersantai dirumah atau ditempat-tempat
yang cocok untuk bersantai. Kopi adalah minuman yang digemari oleh anak muda
hingga orang dewasa. Tradisi minum kopi sudah ada sejak dulu hingga sekarang.
Kopi dihasilkan dari olahan biji kopi yang disangrai
hingga hitam kemudan di tumbuk atau digilig menggunakan mesin. Karena kemudahan
proses pengolahan dan cita rasa yang khas ini, banyak masyarakat yang gemar
meminum kopi.
Akan tetapi, meminum kopi yang berlebih dapat menyebabkan
gangguan pada lambung karena tingkat asam yang tinggi. Sehingga mahasiswa KKN
02 mencoba mengkreasikan olahan kopi berbahan dasar kedelai yang ber non
kafein.
Desa Alas Rajah yang merupakan salah satu desa penghasil
kedelai terbesar, dan masyarakat belum bisa menemukan inovasi olahan kedelai,
Olahan kopi kedelai memiliki berbagai manfaat antara lain dapat mengurangi
resiko penyakit jantung dan memberikan efek baik untuk diabetes. Protein dan isoflavon hadir dalam
kedelai, membantu dalam mengurangi kolestrol LDL serta penurunan kemungkinan
pembekuan darah. Hal ini bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Sedangkan
protein dan serat yang larut dalam kedelai, mengatur kadar glukosa darah dan
filtrasi ginjal, dengan demikian mengendalikan diabetes.
Cara
pengolahan biji kopi ini tidak sulit, tidak jauh beda dengan cara pengolahan
kopi pada umumnya. Awalnya biji kopi di sangrai diatas wajan panas hingga
warnanya menghitam selayaknya biji kopi lazimnya. Kemudian giling biji kopi
yang telah disangrai hingga menjadi bubuk yang halus. Kemudian kopi bisa
dihidangkan. Kopi kedelai bisa dihidangkan dengan tambahan jahe, atau susu.







0 komentar:
Posting Komentar